Ciputra Group kian menggibarkan bendera propertinya. Sebut saja dua proyek berukuran besar yang sedang dalam proses penyelesaian, yakni Ciputra World Jakarta dan Ciputra World Surabaya, kini grup properti ini juga mengembangkan perkantoran di bilangan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Multivision Tower nama label perkantoran ini, berdiri di atas lahan seluas 4.800m², dengan luas bangunan termasuk parkir 36.000m², setinggi 28 lantai plus tiga besmen. “Pihak perseroan menganggarkan investasi sebesar Rp 250 miliar untuk mendanai pembangunannya,” jelas Nanik J Santoso, Direktur Ciputra Group.


Luas area perkantoran yang ditawarkan mulai dari 200m² sampai 1.100m². Dari luasan yang dipasarkan kepada publik, sekitar 40% dari keseluruhan lantai, artinya, area yang dipasarkan bisa untuk satu lantai. Adapun harga jualnya dipatok mulai dari Rp 15 juta per m². Sekitar 60% dari luasan lantai bangunan—dari lantai 6-20 akan digunakan para pemegang saham.

Fasilitas di dalam bangunan antara lain cafe dan private cinema di lantai 20 yang didesain dua lantai. Acara penutupan atap bangunan (Topping Off Ceremony) Multivision Tower dilakukan pada tanggal 1 Nopember 2010 lalu. Hadir pada acara tersebut antara lain Ir Ciputra, Ram Punjabi, Harun Hojadi, Nanik J Santoso, dan Martua Sitorus.

Menurut Didik Swasyanto, General Manager, Ciputra Group, pembangunan Multivision Tower mulai dilaksanakan pada pertengahan 2009 dan akan beroperasi Mei 2011.

Bangunan ini dirancang hemat energi yang diaplikasikan pada penggunaan kaca ganda, agar panas matahari tidak begitu terasa panas masuk ke dalam ruang-ruang perkantoran.

Pemakaian kaca ganda ini juga akan berdampak positif terhadap konsumsi energi untuk pendingin ruang (AC), dimana tidak diperlukan banyak energi listrik untuk menyejukkan semua ruangan. AC yang digunakan juga merk-merk yang sudah dikenal hemat energi. Gerakan efisiensi energi juga diaplikasikan pada semua penerangan yang digunakan pada bangunan, yakni lampu-lampu yang hemat energi.

Pelaksanaan pembangunan proyek ini dipercayakan pengembang kepada PT Multibangun Adhitama Konstruksi (Multikon). Menurut  Judi Martono, Project Manager, Multikon, pihaknya di proyek ini mendapatkan dua paket pekerjaaan. Paket pertama mencakup pekerjaan struktur dari besmen tiga, dua, besmen satu, dan lantai dasar. Pekerjaan ini di luar pondasi, dimana pekerjaan pondasi dilakukan oleh PT Frankipile Indonesia.

Ketika sedang mengerjakan besmen dua, dilakukan tender struktur atas yang mencakup pekerjaan dari lantai dasar sampai lantai atap. Paket pekerjaan kedua mencakup pekerjaan struktur yang ditambah sebagian pekerjaan finishing arsitektur dan plumbing. Ditanya mengenai kendala teknis yang dihadapi ketika sedang dalam pengerjaan proyek ini antara lain, cukup dekatnya area kerja dengan gedung Transpacific. Di samping itu, kedalaman besmennya sama-sama tiga lapis, maka dilakukan soldier pile di sepanjang perbatasan, dan perkuatan shoring-shoring baja di bagian-bagian yang berdekatan dengan bangunan Transpacific.

Proses pekerjaan struktur memakan waktu 7-8 hari dan meningkat menjadi 6 hari kerja per lantai setelah mengerjakan struktur atas. Untuk mempercepat pekerjaan struktur digunakan perangkat PCH—sejenis alat pendukung yang biasanya lebih dikenal scafolding/perancah. Menurut Judi Martono, alasan memakai PCH karena lebih kokoh dan solid.

Dimensi gedung ini cukup besar dengan ukuran kolom-kolom yang juga besar. Jarak lantai ke langit-langit di lantai dasar sekitar 8 meter dengan balok berukuran besar-besar. Penggunaan PCH juga membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan rapi karena bentuknya kotak-kotak.

Name Multivision Tower

Architect DP Architect, Singapore

Location Jakarta, Indonesia

Owner Ciputra Group

Main Conractor PT Multikon

Pondation Concractor PT Frankiepile Indonesia

Site Area 4.800m²

Building Area 36.000m²

Images DP Architect Singapore

Photo Daniel Samad

Related posts:

  1. Bakrie Tower: Ikon Baru Gedung Pencakar Langit di Jakarta Dengan Konsep ‘Twisting’ and Interlocking Building
  2. Ciputra Hadirkan Kawasan Superblok di Surabaya
  3. Mixed Use: Hotel, Toko Buku, dan Hall Pameran
  4. Apartemen Dilengkapi Office Park
  5. Menara Karya: Desain Futuristik dengan Ciri Khas Sky Diamond dan Full Laminated Glass