Rumah-rumah tinggal ini didisain bagaikan rumah peristirahatan. Walaupun pemukimannya berada di pusat kota Denpasar, Bali, pengembang ingin suasana di perumahan itu bagaikan di sebuah resort, dengan suasana rumah-rumah tersebut tetap terasa sebagai rumah tinggal.

Permintaan khusus dari pengembang yakni PT Arkadena agar perumahan yang  terletak di Jalan Hayam Wuruk (kawasan Renon) didisain dengan konsep city green oasis agar penghuni merasa nyaman, meski rumah mereka berada di tengah kota yang ramai.

Kemudian agar privasi lingkungan tetap terjaga dan sesama penghuni kawasan perumahan akrab, unit-unit rumah dibangun dalam jumlah yang terbatas, hanya 36 unit.

Selain arsitek I Ketut Siandana, pengembang juga menggandeng Arcadia sebagai konsultan perencanaan arsitektur untuk mendisain rumah-rumah tipe residensial, sementara I Ketut Siandana merancang kawasan dan beberapa rumah tipe khusus. Namun dalam pengerjaannya, kedua arsitek saling mengisi.

Memasuki pintu gerbang kawasan perumahan, nuansa resort langsung terasa. Hamparan taman hijau yang ditumbuhi semak dan perdu seperti pisang-pisangan, kamboja, dan palem tertata rapi, menemani memasuki rumah. Kolam ikan yang letaknya tak jauh dari pintu gerbang dan tanaman flamboyan dan pepohonan lainnya, membuat hijau lingkungan rumah. Para penghuni disuguhi fasilitas lobby lounge/club house yang dapat digunakan untuk berbagai acara pertemuan. Selain itu, masih ada taman bermain, kolam renang, bale bengong lengkap, tempat barbeque, serta ruang terbuka bersama yang multi fungsi. Pengerjaan lansekap yang dikerjakan sejak awal sebelum pembangunan rumah membuat kawasan rumah menjadi teduh. Rumah-rumah menjorok ke dalam membuat suara bising kendaraan tak terdengar di dalam rumah.

“Kami membangun perumahan ini dengan konsep “the city’s green oasis,” ujar Ratna Murti, Direktur PT Arkadena. Agar para penghuni benar-benar nyaman, meski rumah mereka berada di tengah kota yang ramai. Kemudian agar privasi lingkungan tetap terjaga dan sesama penghuni kawasan perumahan akrab, unit-unit rumah dibangun dalam jumlah yang terbatas.

Ada 6 tipe rumah yang berdiri di lahan seluas 1,7 Ha yang memiliki 36 unit rumah. Yaitu tipe Topaz Green, Turquoise Green, Jade Green, Emerald Green, Sapphire Green, dan Diamond Green. Unit-unit itu berdiri di atas lahan 205-356 m² dengan luas bangunan 178-399 m². Setiap rumah memiliki disain dan karakter yang berbeda. Arsitektur rumah mengacu pada konsep rumah tropis. Rumah dirancang dengan bukaan jendela yang besar dan lebar. Setiap ruang mendapatkan pencahayaan secara alami. Sirkulasi udara menggunakan prinsip cross ventilation, dimana udara di dalam ruangan dapat mengalir dengan baik meski tidak menggunakan pendingin buatan. Suasana tropis juga diaplikasikan pada material bangunan yang natural. Seperti bongkahan batu kali, batu paras karang asem, kayu-kayu untuk pool deck, dan kusen-kusen. Warna eksterior bangunan memiliki kesamaan dengan warna-warna material alami tersebut. Ditambah kehadiran kolam teratai dan kolam renang.” Setiap rumah kami disain dengan kolam renang,” ujar I Ketut Siandana. Namun, semua tergantung pada pembelinya, ingin kolam renang pribadi atau mengganti space yang ada dengan taman.

Rumah-rumah dibangun  dengan prinsip modern dengan mengurangi semaksimal mungkin detail yang tidak perlu seperti list profil dan ukiran. Agar lebih fleksibel, beberapa ruang di dalam rumah dibaurkan. Misalnya, ruang keluarga menyatu dengan ruang makan dan pantry. Ruang-ruang ini didisain menghadap ke taman untuk menghadirkan suasana resort. Sentuhan Bali terlihat di beberapa bagian bangunan. Dinding ornamental yang membatasi taman depan dengan taman dalam yang merupakan area privat, dibuat dari susunan batu bata merah yang artistik khas Bali. Elemen dinding ini menjadi benang merah dari bangunan Hayam Wuruk Residences, sehingga keenam tipe rumah memiliki ciri yang serupa. Interior selaras dengan eksterior alam Bali. Menghadirkan atmosfir resort ke dalam sebuah ruangan yang membuat anggota keluarga betah dan bergairah.

Diamond Green merupakan tipe khusus dengan luas terbesar yang memiliki beberapa keistimewaan. Pintu gerbang rumah ini menggunakan gapura Bali. Bangunan juga dikelilingi dengan dinding yang cukup tinggi, sehingga penghuni memiliki privasi yang baik. Ruang tamunya luas dengan pintu masuk berupa pintu Bali yang diukir dengan detail bangunan mengarah ke tradisional Bali modern. I Ketut Siandana mendisain tempat tinggal ini layaknya rumah peristirahatan. Ruang keluarga dan ruang makan menghadap ke taman dan kolam renang. Ruang tidur utama menyatu dengan kolam renang dengan pembatas kaca. Kolam renang laksana teras kamar.

Tiga kamar lainnya pun didisain dengan pemandangan yang cantik. Dua kamar tidur di lantai atas misalnya. Meski tidak memiliki akses langsung ke kolam renang, masih dapat menikmati biru kolam renang dan taman melalui jendela kamar. Sedangkan satu kamar lagi dibuka dengan orientasi ke ruang keluarga yang luas. Area servis, yaitu garasi, dapur, ruang cuci, dan ruang pembantu ditempatkan di semi besmen. Untuk Emerald Green, ruang privat ditempatkan di lantai dua. Di lantai dasar ada ruang tamu, ruang makan beserta pantry, ruang keluarga lalu ruang tidur tamu. Kamar tidur tamu memiliki bukaan langsung ke kolam renang, menghadirkan kamar yang tidak terlalu besar itu terasa luas. Sedangkan di lantai atas, ada dua kamar tidur anak yang menghadap ke kolam renang dan kamar tidur utama menghadap ke arah neighbourhood yang tertata asri dan serasi.

Project Data

Project Name Hayam Wuruk Residences

Location Jalan Hayam Wuruk 169, Denpasar, Bali

Developer PT Arkadena

Principle Architect I Ketut Siandana ST

Project Architect Ngurah Yediawan ST

Architect Consultant Sian’d’sain (Bali) & Partners

Partner Architect Ir Yacobus Gatot S Suradjo (PT Arcadia)

Siteplan Consultant PT Lisa Konsulindo

Structural Consultant PT Catur Mitrautama / PT Arcadia

ME Consultant PT Arcadia

Interior & Landscape Designer I Ketut Siandana ST

Contractor PT Nusa Raya Cipta (phase 1), PT Arkadena (phase 2), PT JKS (phase 3), PT Kharisma (phase 3)

Site Area 1,7 Ha

Building Area 40 are

Construction Phase Juni 2007-Juli 2010

Images & Photos Sian’d’sain (Bali) & Partners

Related posts:

  1. Open House
  2. Sistem Box Jadikan Bangunan Unik, Sekaligus Atasi Lahan Terbatas di Apartemen Sewa, Canggu-Bali
  3. Courtyard House
  4. Villa Banyu Biru
  5. ‘My Own Private Villa, Just The Way I Like It…’