Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan di 250 cabang dari Sabang sampai Ambon, PT Mandala Mutifinance Tbk membangun kantor pusat yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Latar belakang pembangunan ini juga terkait keberadaan kantor yang sekarang ditempati—yang sudah tidak mencukupi lagi untuk kapasitas karyawan, di samping masih dalam status kontrak.

Selain itu, menurut Fajar Wahyu Hidayat-Head Perencanaan & Pengembangan Gedung PT Mandala Mutifinance Tbk, upaya ini juga mendukung eksistensi perusahaan yang bergerak di bidang leasing (pembiayaan). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa keuangan, khususnya pembiayaan konsumen untuk sepeda motor semua merek Jepang. Kebutuhan tersebut terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Awalnya, tujuan dari perusahaan adalah mendirikan dan menjalankan usaha-usaha di bidang lembaga pembiayaan, yakni kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, perseroan melaksanakan kegiatan usaha di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, kartu kredit, anjak piutang, dan pembiayaan konsumen. Namun dalam perjalanan waktu, perseoran hanya memfokuskan diri pada pembiayaan kendaraan roda dua.

Sejak didirikan pada 1997, PT Mandala Multifinance Tbk membawa misi utama memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumennya. Melalui pelayanan optimal yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia yang terarah dan terpadu, serta ketersediaan infrastruktur  yang memadai, perusahaan dengan optimis bergerak maju mencapai tujuan sebagai penyedia pembiayaan konsumen.

Menurut Fajar, semua ruang di gedung ini akan dipakai sendiri. Direncanakan pada Nopember 2010, bangunan sudah diserahterimakan oleh kontraktor kepada owner, dan mulai digunakan pada Maret 2011. Semua fasilitas untuk pelayanan cabang terpusat di gedung ini. Luas tanah gedung ini 950m² dengan luas bangunan 4.300m². Adapun luasan ruang kantor paling kecil 450m².  Kelebihan kantor ini menciptakan kapasitas yang besar di lahan yang sempit.

Konsultan Manajemen Konstruksi proyek ini dipercayakan kepada PT Ciriajasa Cipta Mandiri. Menurut Anton Simamora, Manajer Konstruksi perusahaan tersebut, pihaknya mulai bekerja secara kontraktual Agustus 2009, namun pelaksanaannya dimulai 23 Nopember 2009.

Pihaknya mengawal pelaksanaan proyek sejak awal, yang dimulai dengan pekerjaan pondasi menggunakan bored pile. Metode bored pile dipilih agar dapat meminimalkan getaran dan polusi suara di lingkungan sekitarnya yang padat dengan hunian dan perkantoran. Pekerjaan pondasi berlangsung selama 4 bulan. Skup pekerjaan yang ditangani sebagai penyelenggara tender dan pengawas pelaksanaan proyek.

Gedung perkantoran ini memiliki 2 besmen dan 10 lantai. Kedua besmen ini digunakan untuk parkir yang dapat menampung sekitar 38 mobil termasuk lahan luar yang ada di bagian depan dan belakang. Kondisi tanah agak cekung dimana tanah kerasnya tidak rata, sehingga dilakukan modifikasi yang diaplikasikan pada pile cap dan slab. Untuk pekerjaan struktur, per lantai dikerjakan 14 hari. Penutupan atap bangunan (topping off) sudah dilakukan 30 Juni 2010.

Untuk mengurangi efek rumah kaca, fasadnya memakai kaca jenis Stopsol Super Silver Clear dari PT Asahimas Flat Glass Tbk. Jenis kaca ini membuat efek penyerapan panas tidak begitu besar, sehingga tidak berpengaruh pada konsumsi energi listrik untuk mendinginkan ruang-ruang kantor. Untuk lansekap, di lantai 5 dibuat taman, sebab dari lantai besmen ke lantai 5, dimensinya lebih besar, tetapi ruang semakin ke atas semakin mengecil.

Sebagai kontraktor utama proyek ini adalah PT Adhicon Persada. Menurut Ir Yudhi Wibowo, Project Manager, pihaknya mengerjakan semua item pekerjaan. Mulai dari bored pile, galian tanah, struktur, finishing, dan Mekanikal Elektrikal (ME)—semua ada di bawah kendali kita, hanya saja untuk bored pile, curtain wall, ME,  disubkan. Kendala yang ditemui adalah lahan kerja yang sempit dan berada di kawasan urban yang padat, sehingga agak sukar untuk manuver alat-alat berat pendukung konstruksi.

Tantangan yang dihadapi adalah lokasi yang sempit. Selain itu, muka air tanah daerah Menteng ±1 meter, sehingga untuk mengatasinya digunakan sistem dewatering, namun karena posisi proyek diapit oleh gedung dan kebetulan pada musim hujan, maka cukup merepotkan. Agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik, maka area kerja dibagi menjadi dua zona.

Apabila sudah beroperasi, penghematan energi di gedung perkantoran ini diaplikasikan pada pendingin ruang dengan menggunakan Multi Digital System (MDS). Menurut konsultan perencana ME, MDS didesain hemat energi dan ramah lingkungan. Demikian pula, untuk penerangan menggunakan lampu ramah lingkungan yang secara ekonomis memang agak mahal diinvestasi awal.

Klien: PT Mandala Multifinance Tbk

Lokasi: Menteng, Jakarta Pusat

Arsitek: Sonny Sutanto

Konsultan Struktur: Biro Design Wardhana

Konsultan ME: PT Ketira Engineering Konsultan

Konsultan Manajemen Konstruksi: PT Ciriajasa Cipta Mandiri

Kontraktor Utama: PT Adhicon Persada

Related posts:

  1. Mengombinasi Kantor dan Hunian di Apartemen: Ke Kantor Hanya 1 Menit, Hemat dan Produktif
  2. Multivision Office Tower
  3. Fasad Unik, Jadikan Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia Landmark Kawasan Jalan Thamrin Jakarta
  4. Menara Karya: Desain Futuristik dengan Ciri Khas Sky Diamond dan Full Laminated Glass
  5. Gedung Operasional Utama BMKG